Dalam kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (13/1/2026), Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan dari Otorita IKN dan menginstruksikan percepatan fasilitas negara, khususnya untuk lembaga legislatif serta yudikatif yang ditargetkan selesai pada 2028.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden turut memberikan catatan perbaikan terkait aspek desain dan fungsi bangunan kepada OIKN serta Kementerian PU guna memastikan efektivitas tiga fungsi utama pemerintahan. Agenda ini dilakukan beriringan dengan komitmen pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia melalui pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk peresmian SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Malang sebagai upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.
Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.
“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.
Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.
Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.
“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
