{"id":977,"date":"2026-01-02T08:03:05","date_gmt":"2026-01-02T08:03:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/2026\/01\/02\/buka-perdagangan-2026-ojk-fokus-perkuat-integritas-pasar-modal-indonesia-ekonomi-hijau-dan-perlindungan-investor\/"},"modified":"2026-01-02T08:03:05","modified_gmt":"2026-01-02T08:03:05","slug":"buka-perdagangan-2026-ojk-fokus-perkuat-integritas-pasar-modal-indonesia-ekonomi-hijau-dan-perlindungan-investor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/2026\/01\/02\/buka-perdagangan-2026-ojk-fokus-perkuat-integritas-pasar-modal-indonesia-ekonomi-hijau-dan-perlindungan-investor\/","title":{"rendered":"Buka Perdagangan 2026, OJK Fokus Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia, Ekonomi Hijau, dan Perlindungan Investor"},"content":{"rendered":"<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pasar modal Indonesia untuk semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional.<\/p>\n<p>Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisio\u200bner OJK Mahendra Siregar, dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat, yang dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin\u00a0Simpanan Anggito Abimanyu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK, Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, serta seluruh pemangku kepentingan, dan insan pasar modal.<\/p>\n<p>Mahendra juga mengatakan, OJK akan terus mendorong peningkatan pelindungan investor minoritas dan retail yang saat ini menopang IHSG di antaranya melalui penegakan aspek perilaku atau\u00a0<em>market conduct<\/em>\u00a0termasuk penguatan pengawasan perilaku\u00a0<em>influencer\u00a0<\/em>keuangan atau\u00a0<em>finfluencer<\/em>.<\/p>\n<p>OJK saat ini tengah menyiapkan aturan baru bagi\u00a0<em>influencer\u00a0<\/em>keuangan (<em>finfluencer)<\/em>, yang dalam tahap finalisasi dan ditargetkan terbit pada pertengahan 2026, dengan penekanan pada kapabilitas, transparansi, dan kepatuhan perizinan, untuk mendukung literasi investasi yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Mahendra mendorong peningkatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait yang dapat memperbesar peran Pasar Modal Indonesia sebagai sumber pendanaan utama bagi perusahaan emiten dan juga menjadikan sektor jasa keuangan sebagai motor pertumbuhan perekonomian yang kuat secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cKami berkomitmen untuk terus menjaga sinergitas dan kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan. Sinergi dan kolaborasi Komite Kebijakan Sektor Keuangan KSSK\u00a0tentu menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas\u00a0dan meningkatkan peran sektor keuangan\u00a0mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,&#8221; kata Mahendra.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menjelaskan bahwa BEI telah menyiapkan\u00a0<em>masterplan\u00a0<\/em>pengembangan pasar modal 2026-2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing global. Dalam peta jalan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta tumbuh secara global.<\/p>\n<p>\u201cTarget ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik,&#8221; kata Iman.<\/p>\n<p>Iman menambahkan BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang ekonomi nasional.<\/p>\n<p><strong>Kinerja Pasar Modal Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Selaras dengan momentum pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional, Pasar Modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid. IHSG berada pada level 8.646,94 poin, menguat 22,13 persen secara\u00a0<em>year to date<\/em>\u00a0(ytd) dan mencatatkan beberapa kali\u00a0<em>all time high<\/em>\u00a0sepanjang tahun 2025. Setelah mengalami\u00a0<em>net sell<\/em>\u00a0di awal 2025, investor non-residen kembali mencatatkan\u00a0<em>net buy<\/em>\u00a0di Semester II-2025 sebesar Rp36,23 triliun, mencerminkan pulihnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional dan kinerja korporasi.<\/p>\n<p>Dari sisi penghimpunan dana, hingga 31 Desember 2025 tercatat 215 Penawaran Umum dengan total nilai Rp275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO Rp14,41 triliun. Rerata nilai transaksi harian juga meningkat menjadi Rp18,1 triliun, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp12,9 triliun, seiring pertumbuhan\u00a0<em>Single Investor Identification<\/em>\u00a0(SID) yang mencapai 20,2 juta SID atau meningkat 36 persen secara ytd, dengan dominasi investor berusia di bawah 40 tahun.<\/p>\n<p>Meski demikian, OJK menilai masih terdapat ruang penguatan, terutama pada kinerja indeks LQ45 yang tumbuh 2,41 persen, serta kontribusi pasar saham terhadap PDB yang mencapai 72 persen, namun masih berada di bawah negara kawasan seperti India (140 persen), Thailand (101 persen), dan Malaysia (97 persen). Selain itu, porsi transaksi investor ritel yang meningkat dari 38 persen di akhir 2024 menjadi 50 persen di 2025, mempertegas urgensi penguatan perlindungan investor dari praktik transaksi tidak wajar dan manipulasi pasar.<\/p>\n<p><strong>Arah Kebijakan Pasar Modal Indonesia Tahun 2026<\/strong><\/p>\n<p>Memasuki 2026, OJK bersama\u00a0<em>Self-Regulatory Organization<\/em>\u00a0(SRO) berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategis yang fokus pada peningkatan integritas dan kedalaman pasar. Pertama, peningkatan kualitas perusahaan tercatat melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh dari\u00a0<em>entry requirement<\/em>, peningkatan\u00a0<em>free float<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>floating shares<\/em>\u00a0termasuk\u00a0<em>continuous\u00a0free float<\/em>, meningkatkan transparansi\u00a0<em>ultimate beneficial owner<\/em>\u00a0sampai\u00a0<em>exit policy<\/em>\u00a0yang jelas.<\/p>\n<p>Mahendra mengatakan, peningkatan transparansi\u00a0<em>ultimate beneficial owner<\/em>\u00a0untuk perusahaan tercatat diperlukan untuk meminimalisasi transaksi efek yang tidak wajar dan meningkatkan likuiditas\u00a0<em>real\u00a0<\/em>di pasar sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional.<\/p>\n<p>Kedua, peningkatan basis investor baik domestik maupun asing. Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran investor istitusi terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun, termasuk peningkatan basis investor baik domestik maupun asing. Program ini dilaksanakan melalui peningkatan peran investor istitusi terutama reksa dana, asuransi, dan dana pensiun yang dinilai semakin siap kembali memperbesar alokasi investasi di pasar modal secara sehat sesuai praktik manajemen risiko yang baik<\/p>\n<p>Ketiga, adopsi melaksanakan reformasi tata kelola pasar saham terkini antara lain melalui penguatan aspek transparansi kualitas\u00a0<em>disclosure\u00a0<\/em>dan disiplin pengelolaan perusahaan yang mampu meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Terakhir, penguatan manajemen risiko dan tata kelola teknologi informasi. OJK juga telah mengenakan berbagai langkah pengenaan sanksi dan hukuman di pasar modal antara lain denda kepada 121 pihak pencabutan izin, 6 pihak surat peringatan dan perintah tertulis termasuk keterlambatan terhadap 638 pelaku usaha.<\/p>\n<p>Melengkapi inisiatif ini OJK bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan BEI membangun Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional\u00a0(Perpres 110\/2025), termasuk penyesuaian POJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon (POJK 14\/2023), guna menghadirkan sistem registri dan pencatatan unit karbon yang kredibel, transparan, dan\u00a0<em>interoperable<\/em>\u00a0dengan standar global, demi mendorong pendalaman pasar dan percepatan ekonomi hijau Indonesia.<\/p>\n<p>OJK juga memastikan keberlanjutan perlakuan khusus bagi nasabah dan pemegang polis terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 10 Desember 2025, sebagai aktivasi cepat POJK Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus untuk Lembaga Jasa Keuangan (LJK) pada Daerah dan Sektor Tertentu di Indonesia yang Terkena Dampak Bencana (POJK 19\/2022), mencakup restrukturisasi kredit yang tetap dikategorikan lancar, penilaian kualitas kredit berbasis ketepatan pembayaran, serta percepatan dan simplifikasi klaim di sektor perasuransian.<\/p>\n<p>OJK menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi industri dalam mewujudkan Pasar Modal Indonesia yang likuid, efisien, transparan, berintegritas, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi pilar pembiayaan pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi hijau nasional. OJK akan terus memantau dinamika global dan domestik, serta mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pasar modal Indonesia untuk semakin berperan strategis dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan basis investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem bursa karbon yang kredibel dan berstandar internasional. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisio\u200bner OJK Mahendra Siregar, dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":206,"featured_media":978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[194],"class_list":["post-977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-ojk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/206"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/977\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kandangmacan.lol\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}